PENGERTIAN REVOLUSI
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama.
Menurut konsep
tentang evolusi secara universal mengatakan. Bahwa masyarakat manusia berkembang
secara lambat ( berevolusi ) dari tingkat-tingkat rendah dan sederhana menuju
ke tingkat yang lebih tinggi dan kompleks. Dimana kecepatan perkembangannya
atau proses evolusinya berbeda-beda setiap wilayah yang ada di muka bumi ini. Itulah
sebabnya ada kita jumpai masyarat yang sudah maju, masyarakat yang masih hidup
dalam proses menuju kemajuan dan masyarakat yang masih hidup seperti zaman
dahulu.
Pertanyaannya
apakah prinsip-prinsip dalam evolusi hayati juga berlaku dalam evolusi kultur
atau sosial? Untuk menjawab itu, seorang biolog Robert Boyd (2005), mengajukan
beberapa proposisi terkait dengan evolusi budaya diantaranya:
- Budaya merupakan informasi yang didapatkan oleh suatu individu dari orang lain melalui pengajaran, imitasi atau bentuk pembelajaran sosial lainnya.
- Perubahan budaya haruslah dimodelkan sebagai suatu proses Evolusi Darwinian.
- Budaya merupakan sebahagian dari evolusi biologis.
- Evolusi budaya membuat evolusi manusia menjadi berbeda dengan evolusi makhluk hidup lainnya.
- Gen dan budaya berevolusi.
Adapun
teori tentang evolusi budaya yang diungkapkan L.H.Morgan (1818-1881) adalah
seorang peristis antropologi di Amerika terdahulu. Ia mengungkapkan bahwa
evolusi kebudayaan secara universal melalui delapan tahapan, yaitu:
- Zaman Liar Tua. Zaman sejak manusia ada samapai menemukan api, kemudian manusia menemukan keahlian meramu dan mencari akar-akar tumbuhan liar untuk hidup.
- Zaman Liar Madya. Zaman di mana manusia menemukan senjata busur dan panah. Pada zaman ini manusia mulai merobah mata pencahariannya dari meramu menjadi pencari ikan.
- Zaman Liar Muda. Pada zaman manusia menemukan senjata busur dan panah sampai memiliki kepandaian untuk membuat alat-alat dari tembikar namun kehidupannya masih berburu.
- Zaman Barbar Tua. Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat tembikar sampai manusia beternak dan bercocok tanam.
- Zaman Barbar Madya. Zaman sejak manusia beternak dan bercocok tanam samapai menemukan kepandaian membuat alat-alat atau benda-benda dari logam
- Zaman Barbar Muda. Zaman sejak manusia memiliki kepandaian membuat alat-alat dari logam sampai manusia mengenal tulisan.
- Zaman Peradaban Purba, menghasilakan beberapa peradapan klasik zaman batu dan logam
- Zaman Masa Kini,zaman peradaban klasik sampai sekarang.
Manusia dikenal sebagai makhluk
sosial, sehingga bisa saja dalam satu hari suatu wilayah bahkan suatu
dikunjungi oleh banyak orang dari seluruh dunia baik yang ingin berwisata
maupun menetap untuk belajar ataupun bekerja. Dan pada saat yang bersamaan
dapat terjadinya sebuah akulturasi dan pembauran atau asimilasi.
Akulturasi
Poses sosial yang timbul bila suatu
kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur
dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur-unsur
kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan dioalh kedalm kebudayaan
sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Asimilasi
Proses
sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan
yang berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu
yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah
sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya
menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
Pembaruan Atau Inovasi
Suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention.
Discovery
adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu
alat baru, ide baru, yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaian dari
beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi
invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan
baru itu.
Faktor
Pendorong Terjadinya Perubahan
Faktor-faktor
pendorong bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembangkan
penemuan-penemuan baru antara lain:
- Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
- Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
- Sistem perangsang bagi aktivitas mencpta dalam masyarakat.
Wujud
Kebudayaan
Prof.
Dr. Koentjoroningrat menguaikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam yaitu:
- Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-de, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
- Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
- Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud
pertama adalah wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan
difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia. Sekarang kebudayaan ideal ini
banyak tersimpan dalam arsip kartu komputer, pita komputer, dan sebagainya.
Ide-ide dan gagasan manusia ini banyak yang hidup dalam masyarakat dan memberi
jiwa kepada masyarakat. Gagasan-gagasan itu tidak terlepas satu sama lain
melainkan saling berkaitan menjadi suatu sistem, disebut sistem budaya atau
cultural, yang dalam bahasa Indonesia disebut adat istiadat.
Wujud
kedua adalah yang disebut sistem sosial atau sosial sistem, yaitu mengenai
tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi satu dengan lainnya dari waktu ke
waktu, yang selalu menurut pola tertentu. Sistem sosial ini bersifat konkrit
sehingga bisa diobservasi, difoto dan didokumentir.
Wujud
ketiga
adalah yang disebut kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik
karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkrit berupa
benda-benda yang
bisa diraba, difoto dan dilihat. Ketiga wujud kebudayaan tersebut di
atas dalam
kehidupan ideal dan adat-istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan
manusia baik gagasan, tindakan dan karya manusia, menghasilkan
benda-benda
kebudayaan secara fisik. Sebaliknya kebudayaan fisik membentuk
lingkungan hidup
tertentu yang makin menjauhkan mansia dari lingkungan alamnya sehingga
bisa
mempengaruhi pola berpikir dan berbuatnya.
sekian dulu ya ......

