Jumat, 12 Desember 2014

Kerusakan Lingkungan Karena Peristiwa Bencana Alam


Akibat gempa bumi dan tsunami

Gempa bumi merupakan peristiwa bergesernya lempengan bumi d daratan maupun dasar laut yang merambat ek permukaan bumi. Gempa bumi disebabkan oleh aktifitas gunung merapi atau vulkanik maupun aktifitas tektonik sepanjang jalur-jalur rawan bencana. Gempa bumi yang berpusat di dasar laut dapat menyebabkan tsunami atau disebut gelombang pasang besar dan mampu menghancurkan wilayah pesisir.
Gempa bumi yang berpusat tidak jauh dari kota atau pusat permukiman penduduk akan mengakibatkan kerusakan besar seperti berikut
  • Hentakan gempa yang besar dapat emngakibatkan tanah longsor, bangunan roboh atau retak
  • Merusak bangugnan waduk atau tanggul sehingga air meluap dan bajir besar
  • Menyebabkan kebakaran karena rusaknya installasi bangunan
  • Tanah, jalan raya atau jembatan merekah atau ambruk
  • Memakan korban jiwa makhluk hidup karena tertimpa reruntuhan atau tersapu oelh gelombang tsunami
Akibat Badai Silikon

Bada silikin atau disebut juga angin topan yan gterjadi dapat menghancurkan segala objek yang dilaluinya. Badai silicon yang berkekuatan besar mampu melewati daerah secara lebih luas. Apabila melewati daratan dan teruitama perukiman penduduk mengakibatkan kerusakan besar.

Akibat letusan gunung merapi


Gejala alam seperti letusan gunung merapi terjadi karena aktifitas magma di dalam perut bumi dan biasanya terjadi dengan disertai gempa. Kita hanya dapat memprediksi terjadinya letusan gunung berapi.
Letusan gunugn berapi tentu menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan seperti berikut.
  • Abu bulkanik dan awan panas yang mengancam keselamatan jiwa makhluk hidup
  • Aliran lahar atau lava panas dapat menghanguskan apapun yang dilalulinya serta mendangkalkan sungai, Apabila disertai hujan, kemungkinan banjir pun tidak dapat dihindari.
  • Setelah dingin, bekas aliran lava ini akan membeku dan membatu, diaman tentu tidak dapat kembali diolah menjadi lahan pertanian yang maksimal.
  • Roboh atau musnahnya bangunan , jalan, jembatan dan sebagainya, akibat aliran lava panas dan atau akibat gempa vulkanik yang menyertainya
sumber

7 Manfaat sumber daya tanah

 

Tanah merupakan lapisan terluar dari permukaan bumi serta merupakan hasil pelapukan batuan danbahan organik yang hancur akibat proses bahan organik yang hancur akibat proses alam. Pada dasarnya, tanah berasal dari alam. Pada dasarnya, tanah berasal dari alam.

Pada dasarnya, tanah berasal dari batu-batuan. Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh beberapa unsur penting seperti iklim, bahan induk, organisme, topografi dan waktu. Proses pembentukan tanah berlangsung secara terus menerus sehingga kemungkinan terdapat bahan (unsur) pada tanah yang bertambah maupun yang hilang.
Berikut manfaat sumber daya tanah untuk kehidupan,  yaitu;
  1. Penyediaan unsur hara untuk tumbuhan. Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu tumbuhan. Jumlah dan jenis unsur hara yang tersedia di tanah dan dibutuhkan oleh tumbuhan haruslah sesuai dan seimbang.
  2. Penyedia maanan untuk biota tanah. Tanah menjadi habitat pengurai yang menguraikan sisa organisme mati menjadi bahan makanan yang dibutuhkan oleh tanaman dan organisme lain.
  3. Sebagai habitat hidup dan melakukan kegiatan. Tnah merupakan tempt manusia dan makhluk hidup lainnya melakukan kegiatannya. Di dalam tanah, hidup pula berbagai organisme tanah, misalnya cacing tanah.
  4. Sumber bahan baku barang kerajianan atau perabot rumah tangga. Kandungan tanah liat dapat di manfaatkan manusia untuk membuat batu bata, barang-barang seni dan kerajinan, maupun alat-alat rumah tangga. Tanah liat juga dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan baku genteng penutup atap rumah atau bangunan.
  5. Memiliki nilai ekologi, yaitu mampu menyerap dan menimpan air (melindungi tata air), menekan erosi, serta menjaga kesuburan tanah.
  6. Memiliki nilai ekonomis yaitu sebagai aset yang dapat disewakan atau diperjual belikan
  7. Mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna untuk manusia.
Dengan mengetahui ke 7 manfaat sumberdaya tanah ini, kita dapat menjaga dan melestarikannya serta menghindari pencemaran

sumber

10 Kekayaan Alam Indonesia yang Tidak Dimiliki Negara Lain



Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak pulau,budaya,suku dan bahasa tetapi disamping itu Indonesia Menyimpan banyak kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh negara lainnya.
Negara Indonesia sebenarnya negara yang sangat kaya, bahkan bisa jadi terkaya di dunia. Sayangnya saat keadaan negeri ini tak secerah yang kita dibayangkan.
Berikut ini 10 kekayaan alam Indonesia

1. Tambang Emas Kualitas Terbaik di-Dunia
Lokasi: Papua, Indonesia
Produksi emas di 2011: 1.444.000 ons atau 40.936 kg
Luas area: 527.400 hektar
Penambang: Freeport-McMoRan Copper & Gold
Jenis tambang: terbuka dan bawah tanah

2. Cadangan Gas Alam Terbesar Di Dunia
Cadangan Gas Alam Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Antara lain di Blok Natuna dan Blok Cepu yang menghasilkan sekitar 200 kaki kubik minyak bumi dan gas alam. Tetapi lagi-lagi yang menikmati ini adalah bangsa lain, karena pengelolanya adalah Exxon Mobil. PERTAMINA - Perusahaan milik Negera ini saat ini sudah mulai bersaing di pasar global.

3. Tambang Batu Bara Terbesar Di Dunia
Batubara yang juga tak kalah berharganya di dunia ini, ternyata tempat terbesarnya juga berasal dari Indonesia . Dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa di Indonesia lah yang mempunyai sumber tambang batu bara terbesar di dunia. Kita patut bersyukur potensi sudah dikelola oleh PT. Bukit Asam.

4. Kesuburan Tanah Terbaik Di Dunia
KESUBURAN TANAH INDONESA
Tak ada yang meragukan kualitas tanah Negeri Kita yang sangat-sangat subur . Hampir semua lahan di Negeri Kita bisa ditanami Tumbuhan-tumbuhan apapun. Namun sayang, harusnya kita bisa seperti Filipina yang jadi Eksportir beras dunia, dan Malaysia yang menguasai Kelapa Sawit dunia, atau seperti Swiss dan Brazil yang jadi Rajanya Coklat dan Kopi.
Yang terpenting sekarang kita sebagai generasi bangsa harus ikut menjaga anugerah ini . Jangan sampai rusak karena perbuatan yang nggak bertanggung jawab.

5. Lautan Terluas Di Dunia
KEKAYAAN LAUT INDONESIA

Negara ini punya Lautan terluas di dunia, hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia letaknya sangat strategis dikepit oleh dua samudera yaitu samudera hindia dan samudera pasifik.

6. Hutan Tropis Terbesar Di Dunia
Indonesia adalah Negara dengan Hutan Terluas Di Dunia, bahkan semua negara di dunia menyebut Indonesia adalah Paru-paru Dunia Terbesar. Letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. Bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi.

7. Tempat Wisata Eksotis Terbesar Di Dunia

Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia.


Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Pulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis).






Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia.

8. Pulau
Indonesia memiliki jumlah pulau terbanyak di dunia yang menurut kajian citra satelit berjumlah 18.306 pulau, pulau yang sudah diberi nama ada 7.870 sedangkan yang belum diberikan nama berjumlah 9634 pulau.

9. Bahasa
Lebih dari 583 bahasa yang berada di Indonesia. Tetapi bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki banyak bahasa tetapi Bahasa Jawa adalah bahasa yang paling banyak dipakai/digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

10. NEGARA MARITIM TERBESAR DIDUNIA

Kita tahu Indonesia memiliki luas laut 93.000 km2, panjang pantainya pun sekitar 81.000 km2 atau 25 % panjang pantai yang ada di seluruh dunia. Selain itu Indonesia juga memiliki terumbu karang yang sangat banyak dan semuanya indah.

Fungsi dan Peran Penduduk dalam Pembangunan Nasional

Penduduk merupakan modal penting dalam pembangunan nasional. Penduduk seperti apakah yang dapat ikut berperan dan berfungsi dengan baik dalam pembangunan nasional? Kita coba memahaminya dengan uraian pada artikel ini sebagai berikut.

1. Kualitas Penduduk 
Apakah yang dimaksud dengan istilah kualitas penduduk? Kualitas penduduk berkaitan erat dengan kemampuan penduduk suatu bangsa untuk mengolah sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang ada, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Indikator kualitas/mutu sumber daya manusia (SDM) dapat dilihat dari sudut pandang beberapa aspek seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan tingkat kesehatan.

Indikator dari tingkat kesehatan penduduk dapat kita lihat dari angka kematian dan angka harapan hidupnya. Tingginya angka kematian  menggambarkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah dan tingginya angka harapan hidup menggambarkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Tingkat kesehatan penduduk juga selalu berhubungan dengan pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk suatu bangsa, maka pengeluaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga akan semakin tinggi. Penduduk yang memiliki pendapatan tinggi dapat menikmati makanan yang berkualitas dan memenuhi standar kesehatan. Sementara penduduk yang tinggi tingkat pendidikannya diharapkan akan memiliki produktivitas yang tinggi pula bila jika dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas pendudukIndonesia adalah tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan tingkat pendapatan. Tingkat pendidikan merupakan potensi sumber daya manusia yang unggul. Sementara tingkat kesehatan mencerminkan kesejahteraan suatu negara. Sedangkan pendapatan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat di suatu negara. Ketiga indikator tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Bagaimana dengan kualitas penduduk di sekitarmu? Kalian dapat melihatnya dengan mencari informasi di kantor kelurahan atau kecamatan. Informasi dan data pendidikan, kesehatan, dan tingkat pendapatan dapat kalian dapatkan di kantor tersebut. Kalian juga dapat menemukan tingkat pendidikan berdasarkan jenjang pendidikan yang ditamatkan, tingkat kesejahteraan, dan tingkat buta huruf masyarakat. Dengan menggunakan indikator di atas cobalah kalian nilai bagaimana kualitas penduduk di daerahmu.

Di bidang pendidikan, tinggi rendahnya tingkat pendidikan suatu masyarakat ikut menentukan tinggi rendahnya kualitas dari sumber daya masyarakat. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, untuk masyarakat maritim, diperlukan pendidikan kemaritiman, untuk masyarakat pertanian diperlukan sekolah pertanian, dan sebagainya. Kesehatan yang baik tentu akan menyebabkan rakyat dapat bekerja secara optimal, biaya untuk pengobatan juga dapat ditekan. Kesehatan yang baik tentu akan berdampak langsung pada kinerja masyarakat.

Fungsi dan Peran Penduduk dalam Pembangunan Nasional
Salah satu cara untuk melihat tingkat kesehatan masyarakat adalah dengan cara melihat usia harapan hidup masyarakat. Semakin tinggi usia harapan hidup masyarakat suatu negara, berarti kesehatan negara tersbut semakin baik. Tingkat pendapatan masyarakat pada suatu negara juga merupakan ukuran tingkat kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Semakin tinggi tingkat pendapatan di suatu negara, semakin baik pula kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Semakin rendah angka kemiskinan di suatu negara, berarti semakin makmur pula kehidupan masuarakat di negara tersebut.

2. Kualitas Penduduk dan Pergerakan Nasional
Kualitas penduduk tidak hanya berpengaruh pada pembangunan nasional seperti pada saat ini. Perkembangan pergerakan nasional bangsa Indonesia saat dulu juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kualitas penduduk Indonesiapada waktu itu.

Kita telah mempelajari tentang hakikat kualitas penduduk Indonesia. Kualitas penduduk memiliki pengaruh yang dominan terhadap pembangunan suatu bangsa. Perjuangan untuk membangun bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas penduduknya. Penduduk yang berkualitas tentu akan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang cakap dan berkualitas. Pemimpin yang berkualitas diharapkan akan mampu membawa bangsa dan negara menuju kemakmuran dan kejayaan.

Pada jaman pergerakan nasional, jumlah penduduk Indonesia yang dapat baca tulis sangat sedikit. Berdasarkan indikator pendidikan, kualitas penduduk bangsa Indonesia pada masa penjajahan sangatlah rendah. Kondisi kesehatan dan tingkat kesejahteraan rakyat pada jaman penjajahan juga sangat memprihatinkan. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Indonesia, menjadi salah satu penyebab bangsa asing mudah mengelabui bangsa Indonesia. Namun sejalan dengan waktu, terjadi perubahan penting pada tingkat kualitas penduduk Indonesia pada awal abad XX. Perubahan tersebut terutama terjadi dalam bidang pendidikan. Semakin banyak sekolah yang berkembang di Indonesia, semakin banyak juga kaum terpelajar di Indonesia. Kelompok inilah yang berperan besar dalam pergerakan nasional Bangsa Indonesia. Semakin membaiknya tingkat kualitas pendidikan di Indonesia, menyebabkan kualitas penduduk Indonesia semakin meningkat.

3. Penduduk dalam Pembangunan Nasional.
Kita tentu sering mendengar adanya istilah "penduduk dan pembangunan nasional". Apa yang dimaksud pembangunan nasional? Bagaimana hubungan penduduk dengan pembangunan nasional?
Pembangunan nasional merupakan suatu rangkaian pembangunan berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara dengan jujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Tujuan pembangunan nasional telah dicantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu "melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial".

Bagaimana caranya untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional? Syarat utamanya tentu bangsa Indonesia harus terlebih dahulu memiliki modal dasar. Modal dasar dari pembangunan nasional adalah segala sumber kekuatan nasional yang ada dan harus didayagunakan bangsa Indonesia dalam pembangunan nasional. Modal dasar dari pembangunan nasional Indonesia antara lain: (1) kemerdekaan dan kedaulatan, (2) jiwa dan semangat persatuan, (3) wilayah nusantara, (4) kekayaan alam yang beraneka ragam, (5) penduduk, serta (6) adat istiadat dan budaya bangsa.


RANGKUMAN Fungsi dan Peran Penduduk dalam Pembangunan Nasional

Besarnya jumlah penduduk Indonesia tergambar dari data sensus tahun 2013 yaitu sebesar 237.641.326 jiwa. Angka itu akan semakin meningkat dan diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa pada tahun 2014. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan penduduk di Indonesia. Angka pertumbuhan penduduk di Indonesia sekitar 1,49%/tahun.

Dinamika penduduk Indonesia meliputi hal-hal berikut : (1) persebaran dan pertumbuhan penduduk, (2) komposisi penduduk, dan (3) migrasi penduduk. Tiga hal tersebutlah yang berpengaruh terhadap peningkatan tingkat kualitas penduduk. Bangsa Indonesia memiliki masalah dalam hal persebaran penduduk dan pertumbuhan penduduk yang harus dihadapi. Jumlah penduduk Indonesia yang besar, sebagian besar tinggal di pulau Jawa. Hal ini memiliki dampak pada berbagai permasalahan sosial masyarakat. Pertumbuhan penduduk 1,49% menjadi sangat berarti karena jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 250 juta jiwa.

Jumlah penduduk yang besar dan berkualitas tentu menjadi impian sebagai salah satu modal dasar pembangunan bangsa Indonesia. Kualitas penduduk dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Semakin sedikit jumlah penduduk yang buta huruf, menunjukkan membaiknya kondisi pendidikan di suatu negara. Untuk mengetahui indikator kesehatan penduduk, salah satunya dapat dilakukan dengan cara melihat angka harapan hidup bangsa Indonesia. Sedangkan tingkat kesejahteraan penduduk, dapat dilihat dari pendapatan kasar penduduk per tahun.

Peranan kualitas penduduk Indonesia juga berhubungan dengan proses pergerakan nasional (pergerakan kebangsaan) bangsa Indonesia. Perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia didorong oleh peningkatan kualitas penduduk dalam bidang pendidikan akibat politik etis di awal abad XX. Pertumbuhan kaum terpelajar, membawa perubahan pada pola pikir serta strategi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda yang dilakukan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak perjuangan pergerakan nasional bangsa Indonesia. Setelah peristiwa tersebut, corak perjuangan yang awalnya bersifat lokal berubah menjadi nasional, yang awalnya tradisional berubah menjadi modern, perjuangan dengan hanya mengandalkan senjata berubah menjadi dengan berbagai cara, termasuk cara diplomasi. Peningkatan kualitas pendidikan secara nyata telah mengubah jalan hidup bangsa Indonesia. Pergerakan nasional adalah cara baru dalam upaya mencapai kemerdekaan dan akhirnya bangsa Indonesia berhasil mencapai cita-citanya pada proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Hutan Hujan Tropis: Pengertian dan Ciri-cirinya



Pengertian Hutan Hujan Tropis adalah hutan alam yang terletak pada garis lintang utara 23°27" dan lintang selatan 23°27", serta berada pada daerah yang beriklim tropis, seperti pada wilayahAsia Selatan, Asia Tenggara, Australia bagian Utara, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, sebagian besar wilayah Amerika Selatan dan sebagian besar wilayah Afrika. Luas daerah tropis didunia adalah 30% dari keseluruhan wilayah di dunia.

Hutan hujan tropika memiliki vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang terdapat didalamnya, maupun oleh tingginya nilai sumberdaya lahan yang dimilikinya, seperti tanah, udara dan air. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis, rapat, dan hijau sepanjang tahun.

Ciri-Ciri Hutan Hujan Tropis adalah :
1) Pada lantai hutan banyak terdapat jenis-jenis tumbuhan bawah antara lain jenis-jenis bambu, palem kecil, rotan dan paku-pakuan atau bahkan hampir tanpa tumbuhan bawah.
2) Memiliki tingkat kelembaban yang selalu tinggi, biasanya 80% atau lebih.
3) Struktur hutan hujan tropis terdiri dari tajuk yang berlapis-lapis, karena slalu ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi, berdaun lebat dan sangat rapat.
4) Sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan, sehingga udara di sekitarnya sangat lembab.
5) Terdapat pada daerah dengan curah hujan tinggi.

Hutan hujan tropis mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan alam dunia. Manfaatnya antara lain : pencegahan terhadap erosi, penjaga keseimbangan iklim, mencegah kekeringan dengan menyediakan sumber air yang lebih, pelindung dari badai dan penghasil kayu . Selain itu, hutan hujan tropis juga berperan dalam penyerapan gas karbondioksia (CO2) yang terdapat di atmosfer bumi dan kemudian akan diolah serta dikeluarkan sebagai oksigen untuk pernafasan manusia dan hewan.

Hutan hujan bermanfaat untuk membantu menjaga siklus air. Peran hutan hujan dalam siklus air adalah untuk menambah air ke atmosfer melalui proses transpirasi yaitu mereka melepas air dari daun mereka selama proses fotosintesis. Kelembaban ini dapat memberikan kontribusi terhadap terjadinya pembentukan awan hujan yang melepaskan air kembali ke bawah hutan hujan. Namun ketika hutan ditebang, kelembaban akan kurang masuk ke dalam atmosfer dan akan terjadi penurunan curah hujan dan bahkan dapat menyebabkan kekeringan.

Jenis-Jenis Tanah


Edukasi Sains
Menurut butiran-butiran penyusunnya, tanah terdiri dari batu, kerikil, pasir,lumpur, tanah liat, dan debu. Sementara berdasarkan jenisnya, tanah dibedakan sebagai berikut yang saya kutip dari buku detik-detik.
1. Tanah Humus
Tanah Humus berada di lapisan atas, berwarna gelap, dan bersifat gembur.Tanahhumus terbentuk dari pembusukan tumbuhan-tumbuhan. Tanah humus banyak ditemukan di hutan tropis termasuk di Indonesia.
2. Tanah Kapur
Tanah kapur terbuat dari pelapukan batuan kapur. Tanah kapur sangat mudah dilalui air dan sedikit mengandung humus. Tanah jenis ini cocok untuk pertumbuhan jati.
3. Tanah Gambut
Tanah gambut terbentuk di daerah rawa. Tanah ini bersifat asam, berwarna gelap, dan bertekstur lunak dan basah. Tanah gambut kurang subur sehingga tak cocok untuk pertanian.
4. Tanah Vulkanik
Tanah Vulkanik banyak terdapat di lereng gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari material abu yang tertinggal setelah terjadi letusan gunung berapi. Tanah ini bersifat sangat subur dan sangat cocok untuk bercocok tanam.
5. Tanah Pasir
Tanah Pasir sangat mudah dilalui air atau bersifat porous. Tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan. Tanah pasir kurang baik bagi pertanian, karena mengandung sedikit humus, tetapi cocok untuk bahan bangunan.
6. Tanah Podzolik
Tanag Podzolik mudah ditemukan di pegunungan bercurah tinggi dan beriklimsedang.Tanah jenis ini terbetuk dari pelapukan batuan yang mengandung banyak kuarsa sehingga warna tanah ini kecoklatan. Tanah ini kurang sur karena mineral terbawa oeh air hujan.
7. Tanah Aluvial
Tanah Aluvial disebut juga tanah endapan karena terbentukdari endapan lumpur yang terbawa air hujan ke dataran rendah. Tanah ini bersifat subur karena terbentuk dari kikisan tanah humus.
8. Tanah Laterit
Tanah Laterit berada di lapisan bawah. Tanah ini berwarna kemera-merahan dan tidak subur.
9. Tanah Liat
Tanah liat tau lempung terdiri atas butiran-butiran liat yang halus sehingga bersifat liat. Tanah ini sukar dilalui air, tetapi mudah dibentuk sehingga dimanfaatkan untuk membuat gerabah.


Tanah Regosol. Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Tanah Litosol. Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
Tanah Latosol. Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.
Tanah Grumusol. Jenis ini berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar di daerah iklim subhumid atau subarid, dan curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun.
Tanah Podsol. Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah, topografi pegunungan, misalnya di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah
Tanah Andosol. Tanah jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. Penyebaran di daerah beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2.500 mm/ tahun tanpa bulan kering. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian di atas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat, abu-abu hingga hitam.
Tanah Mediteran Merah Kuning. Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning di daerah topografi karst disebut ”Terra Rossa”.
Hidromorf Kelabu. Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air, dan warna kelabu hingga kekuningan.

Macam-Macam Kebudayaan Indonesia

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.
Kebudayaan nasional
Kebudayaan nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitasnasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
{{cquote2|Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.[1]
Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencermikan nilai-nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.[2]
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional. [3]
Kebudayaan daerah
Seluruh kebudayaan daerah yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatanTiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawadan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan daerah di Indonesia
Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap saerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.








Rumahgadang, rumah adat sumatera barat
Tarian




Tari saman dari Aceh

Lagu
  • Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung.
  • Maluku : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama
  • Melayu : Soleram, Tanjung Katung
  • Minangkabau : Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang
  • Aceh : Bungong Jeumpa
  • Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
  • Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
  • Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha Nusa Tenggara Timur
  • Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
  • Anju Ahu (Sumatera Utara)
  • Apuse (Papua)
  • Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
  • Barek Solok (Sumatera Barat)
  • Batanghari (Jambi)
  • Bubuy Bulan (Jawa Barat)
  • Buka Pintu (Maluku)
  • Bungo Bangso (Sumatera Utara)
  • Bungong Jeumpa (Aceh)
  • Burung Tantina (Maluku)
  • Butet (Sumatera Utara)
  • Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)
  • Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)
  • Cing Cangkeling (Jawa Barat)
  • Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)
  • Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)
  • Dayung Palinggam (Sumatera Barat)
  • Dayung Sampan (Banten)
  • Dek Sangke (Sumatera Selatan)
  • Desaku (Nusa Tenggara Timur)
  • Esa Mokan (Sulawesi Utara)
  • Es Lilin (Jawa Barat)
  • Gambang Suling (Jawa Tengah)
  • Gek Kepriye (Jawa Tengah)
  • Goro-Gorone (Maluku)
  • Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan)
  • Gundul Pacul (Jawa Tengah)
  • Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)
  • Huhatee (Maluku)
  • Ilir-Ilir (Jawa Tengah)
  • Indung-Indung (Kalimantan Timur)
  • Injit-Injit Semut (Jambi)
  • Jali-Jali (Jakarta)
  • Jamuran (Jawa Tengah)
  • Kabile-Bile (Sumatera Selatan)
  • Kalayar (Kalimantan Tengah)
  • Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
  • Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)
  • Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)
  • Karatagan Pahlawan (Jawa Barat)
  • Keraban Sape (Jawa Timur)
  • Keroncong Kemayoran (Jakarta)
  • Kicir-Kicir (Jakarta)
  • Kole-Kole (Maluku)
  • Lalan Belek (Bengkulu)
  • Lembah Alas (Aceh)
  • Lisoi (Sumatera Utara)
  • Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)
  • Malam Baiko (Sumatera Barat)
  • Mande-Mande (Maluku)
  • Manuk Dadali (Jawa Barat)
  • Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
  • Mejangeran (Bali)
  • Mariam Tomong (Sumatera Utara)
  • Moree (Nusa Tenggara Barat)
  • Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)
  • O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)
  • Ole Sioh (Maluku)
  • Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)
  • O Ulate (Maluku)
  • Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)
  • Pakarena (Sulawesi Selatan)
  • Panon Hideung (Jawa Barat)
  • Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
  • Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)
  • Peuyeum Bandung (Jawa Barat)
  • Pileuleuyan (Jawa Barat)
  • Pinang Muda (Jambi)
  • Piso Surit (Aceh)
  • Pitik Tukung (Yogyakarta)
  • Flobamora, Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)
  • Rambadia (Sumatera Utara)
  • Rang Talu (Sumatera Barat)
  • Rasa Sayang-Sayange (Maluku)
  • Ratu Anom (Bali)
  • Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)
  • Sarinande (Maluku)
  • Selendang Mayang (Jambi)
  • Sengko-Sengko (Sumatera Utara)
  • Siboga Tacinto (Sumatera Utara)
  • Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
  • Sing Sing So (Sumatera Utara)
  • Sinom (Yogyakarta)
  • Si Patokaan (Sulawesi Utara)
  • Sitara Tillo (Sulawesi Utara)
  • Soleram (Riau)
  • Surilang (Jakarta)
  • Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)
  • Tanduk Majeng (Jawa Timur)
  • Tanase (Maluku)
  • Tapian Nauli (Sumatera Utara)
  •  
  • Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)
  • Te Kate Dipanah (Yogyakarta)
  • Tokecang (Jawa Barat)
  •  
  • Tope Gugu (Sulawesi Tengah)
  • Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)
  • Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)
  • Terang Bulan (Jakarta)
  • Yamko Rambe Yamko (Papua)
  • Bapak Pucung (Jawa Tengah)
  •  
  • Stasiun Balapan, Didi Kempot (Jawa Tengah)
  •  
  • bulu londong, malluya, io-io, ma'pararuk (Sulawesi Barat)
Musik
Alat musik
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Gambar
Patung
Pakaian
Suara
  • Jawa: Sinden.
  • Sumatra: Tukang cerita.
  • Talibun : (Sibolga, Sumatera Utara)
Sastra/tulisan