Kamis, 30 Oktober 2014

Natural Resources



Sekarang pada postingan berikutnya saya akan memaparkan tentang “natural resources” atau yang biasa kita kenal yaitu sumber daya alam , kita agar terlihat sangat terawat dan terjaga dengan baik . Di bagian belahan dunia manapun pasti mempunyai sumber daya nya masing masing . namun saat semuanya berjalan dengan terawat , ada saja ulah manusia di sekitar kita yang ingin menghancurkan semua mimpi kita untuk selalu menjaga dan merawat sumber daya alam kita . dan maka dari itu kita semua harus dapat menyelamatkan sumber daya alam kita sendiri.

saya akan menjelaskan pengertian dari natural resources itu sendiri , natural resources itu semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
pada dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut.
Semua kekayaan yang ada di bumi ini baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati , sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.



Berdasarkan urutan kepentingan, kebutuhan hidup manusia, dibagi menjadi dua yaitu.
1. Kebutuhan Dasar
 
Kebutuhan ini bersifat mutlak diperlukan untuk hidup sehat dan aman. Yang termasuk kebutuhan ini adalah sandang, pangan, papan, dan udara bersih.
2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan ini merupakan segala sesuatu yang diperlukan untuk lebih menikmati hidup, yaitu rekreasi, transportasi, pendidikan, dan hiburan.
Penyebaran sumber daya alam di bumi ini tidaklah merata letaknya. misalnya ada bagian bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut :
1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling).
4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.



Macam-macam sumber Daya Alam
Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya.
a. Berdasarkan sifat 
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut ter barukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
2. Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), misalnya: minyak tanah, gas bumf, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
b. Berdasarkan potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
1. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
3. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
c. Berdasarkan jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut :
1. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
2. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.
Uraian di sini hanya akan ditekankan pada sumber daya alam hayati, termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM).
Seluruh makhluk hidup di muka bumi membutuhkan air. Sejak aal kehidupan, mahluk hidup terutama manusia telah memanfaatkan air untuk kelangsungan hidupnya, bahkan mutlak dibutuhkan manusia. Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan industri, kebutuhan manusia akan air cenedrung meningkat. Berikut adalah manfaat sumber daya air sebagai pendukung kehidupan.
  1. Sumber bahan pangan. Manusia dan hewan dapat memperoleh sumber makanan dari perairan, seperti berbagai jenis ikan, rumput laut, kepiting, udang, kereang dan lainnya.
  2. Prasarana lalulintas air antar pulau atau antarbenua. Wilayah yang didominasi oleh perairan sangat bergantung pada lalulintas air, seperti adanya sungai atau laut  inilah hubungan antar wilayah dapat erjalin.
  3. Fungsi energi seperti pembangkit tenaga. Pergerakan air pasang dan surut dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, arus laut dapat dimanfaatkan ebagai energi pendorong perahu secara alami.
  4. Fungsi rekreasi. Kondisi pantai, danau, dan lau yang indah dan bersih difungsikan sebagai objek wisata.
  5. Fungsi pengaturan iklim. Perbedaan sifat fisik air laut dan daeratan dapat memengaruh gereakan udara (angin). Hal ini selanjutnya memanaskan perairan dan mengakibatkan penguapan kemudian turun sebagai hujan.
  6. Sebagai tempat usaha perikanan. Manusia memanfaatkan perairan sebagai usaha perikanan, seperti tambank udang, pengembangbiakan kerang mutiara dan sejenisnya.
  7. Sumber mineral, seperti garam, kalium karbonat, dan sejenisnya
  8. Sumber bahan tambang, seperti minyak bumi, timah, gas alam, dan sejenisnya
Dengan ke 8 manfaat sumber daya air ini kita dapat memaksimalkan sumber daya air yang ada dan tentunya tetap menjaga dan melestarikannya untuk kebutuhan sekrang dan masa yang akan datang.
Sumber Daya Tumbuhan
Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, pagan, dan rekreasi. Akan tetapi untuk bunga-bunga tertentu, seperti melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi merupakan pengecualian karena ketiga tanaman bunga tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Keppres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut.
1. Melati sebagai bunga bangsa.
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona.
3. Raffiesia arnoldi sebagai bunga langka.
Sumber Daya Hewan
Seperti pada ketiga macam bunga nasional, sejak tanggal 9-1-1995, ditetapkan pula tiga satwa nasional sebagai berikut :
1. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional darat.
2. Ikan Solera merah sebagai satwa nasional air.
3. Elang jawa sebagai satwa nasional udara.
Selain ketiga satwa nasional di atas, masih banyak satwa Indonesia yang langka dan hampir punah. Misalnya Cendrawasih, Maleo, dan badak bercula satu.
Untuk mencegah kepunahan satwa langka, diusahakan pelestarian secara in situ dan ex situ. Pelestarianin situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian satwa langka dengan memindahkan satwa langka dari habitatnya ke tempat lain.



Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia


Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

Pelestarian Sumber Daya Alam

1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang 
    maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan 
    agar produktivitasnya tetap berkelanjutan. 

2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi 
    sumber daya alam. 

3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang 
    ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan 
    pengertian sikap serasi dengan lingkungannya. 

4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya 
    pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber 
    daya untuk pembaruannya.
b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin 
    pertumbuhan sumber daya alam hayati.
c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya 
    dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses 


sumber :
http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian-sumber-daya-alam-macam-sda-dan-jenisnya/
http://www.artikellingkunganhidup.com/8-manfaat-sumber-daya-air.html
http://wawan-anker15.blogspot.com/p/kerusakan-lingkungan-hidup-karena.html

Ekologi Tumbuhan - Konservasi Hutan Dan Pengertian Ekologi Hutan


ekologi tumbuhan - Konservasi hutan Baturaden

dalam postingan saya kali ini saya akan menjelaskan  bagaimana pentingnya menjaga kelestarian hutan yang ada di daerah kab. banyumas . sebagian besar hutan-hutan yang ada di baturaden memiliki pohon pohon yang umurnya sangat tua dan menjulang tinggi sekali diatas permukaan tanah ini. hutan-hutan yang ada di negeri ini sangat berarti sekali buat negara ini karena banyak orang-orang di negara ini butuh sekali sumber sumber bahan yang diperoleh dari hutan .

Hutan juga memliki peranan yang sangat penting bagi semua makhluk hidup yang ada di dunia ini . Hutan juga sangat berarti bagi hewan hewan liar yang sangat membutuhkan habitat aslinya yang tidak diganggu oleh manusia . Hutan juga memiliki peranan penting karena di sana dapat terjadi keberlangsungan rantai makanan antara produsen , konsumen dan detrivor. Hutan juga sangat di butuhkan untuk setiap daerah yang ada di negara ini karena jaman sekarang sudah banyaknya dan merajalelanya kendaraan kendaraan bermotor yang mengeluarkan asap yang tidak sehat bagi pernapasan . untuk mengurangi itu semua kita dapat melestarikan hutan hutan dan menjaganya dengan baik agar tidak ternodai oleh orang orang yang jahil , agar dapat mengurangi polusi udara yang terjadi di daerah perkotaan ini .

Kita semua pasti sangat membutuhkan hutan hutan itu untuk anak cucu kita suatu hari nanti , anda bisa lihat betapa indahnya hutan hutan di negara ini dan dapat anda bisa lihat dalam video diatas betapa indahnya hutan hutan itu kalau kita bisa melestarikannya dan menjaga nya dengan baik . tetapi , jika ada tangan manusia yang jahil tidak akan terbayangkan bagaimana kalau kita kehilangan hutan hutan yang ada di negara ini . kita bisa kehilangan semuanya yang di miliki oleh hutan ini . dan apabila kita ingin mengambil kekayaan yang dimiliki oleh hutan seperti ingin mengambil kayu kayu di hutan ini sebaiknya kita menggunakan sistem tebang pilih , karena jika kita mengeksploitasi hutan maka kita sendiri yang rugi dan lingkungan disekitar kita. yang perlu dilakukan untuk kelestarian hutan tersebut kita harus melakukan konservasi hutan itu sendiri salah satunya dengan melakukan penanaman kembali secara berkala dan teratur dengan baik yang dilakukan seperti perhutani di baturaden . Dengan cara pembibitan dengan baik maka akan menghasilkan bibit yang baik juga ,

Pada saat kita melakukan konservasi hutan kita harus dapat membedakan dan memilih dengan baik jenis pohon apa saja yang cocok untuk tanah yang ada di baturaden ini . jangan sampai kita salah dalam memilih itu semua , karena kalau kita tidak dapat membedakan jenis pohon pohon itu , akan tidak tumbuh seperti yang kita inginkan . Dan sebaiknya bagi lahan lahan yang telah kita tebang atau tidak produktif lagi sebaiknya harus cepat melakukan penanaman kembali . karena kalau tidak cepat tanggap kita sebagai umat manusia , akan mendapatkan akibatnya yaitu bencana bencana yang kita tidak inginkan . karena ini semua sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam juga . Agar tumbuhan itu dengan semestinya kita harus tetap merawat tumbuh-tumbuhan tersebut hingga menjadi sangat besar dan tumbuh dengan semestinya agar dapat menjaga keseimbangan alam ini. Jika kita sudah melakukan pelestarian hutan hutan yang ada di negara ini terutama hutan di baturaden ini . Kita pun dapat merasakan kenyamanan dan keindahan hutan tersebut .

________________________________________________________________________________

1. Pengertian Ekologi Hutan
Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu :
Oikos = Tempat Tinggal (rumah)
Logos = Ilmu, telaah
Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya.

Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.
Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang ada di sekitarnya.

Adapun ekologi hutan adalah cabang dari ekologi yang khusus mempelajari ekosistem hutan. Hutan dipandang sebagai suatu ekosistem karena hubungan antara masyarakat tumbuh-tumbuhan pembentuk hutan dengan binatang liar dan alam lingkungannya sangat erat.

Hutan dipandang sebagai suatu ekosistem adalah sangat tepat, mengingat hutan itu dibentuk atau disusun oleh banyak komponen yang masing-masing komponen tidak bisa berdiri sendiri, tidak bisa dipisah-pisahkan, bahkan saling memengaruhi dan saling bergantung. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diperhatikan beberapa definisi tentang hutan sebagai berikut.

(1) Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan (UU RI No. 41 Tahun 1999).

(2) Hutan adalah lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem (Kadri dkk., 1992).

(3) Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai atau didominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan (Soerianegara dan Indrawan, 1982).

(4) Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan dan binatang yang hidup dalam lapisan dan di permukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan, serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan dinamis (Arief, 1994).
ekologi hutan


Gambar. 1. Hutan sebagai masyarakat tumbuh-tumbuhan

2. Bidang Kajian Ekologi Hutan
 

Di dalam ekologi hutan ada dua bidang kajian, yaitu : Autekologi dan Sinekologi.
(1) Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain sebagainya.

(2) Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.
AutekologiSinekologi
AutekologiSinekologi


Gambar 2. Bidang Kajian Ekologi Hutan


Dari segi autekologi, maka di hutan bisa dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis pohon yang sifat kajiannya mendekati fisiologi tumbuhan, dapat juga dipelajari pengaruh suatu faktor lingkungan terhadap hidup dan tumbuhnya suatu jenis binatang liar atau margasatwa. Bahkan dalam autekologi dapat dipelajari pola perilaku suatu jenis binatang liar, sifat adaptasi suatu jenis binatang liar, maupun sifat adaptasi suatu jenis pohon. Dari segi sinekologi, dapat dipelajari berbagai kelompok jenis tumbuhan sebagai suatu komunitas, misalnya mempelajari pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi dan struktur vegetasi, atau terhadap produksi hutan. Dalam ekosistem hutan itu bisa juga dipelajari pengaruh berbagai faktor ekologi terhadap kondisi populasi, baik populasi tumbuhan maupun populasi binatang liar yang ada di dalamnya. Akan tetapi pada prinsipnya dalam ekologi hutan, kajian dari kedua segi (autekologi dan sinekologi) itu sangat penting karena pengetahuan tentang hutan secara keseluruhan mencakup pengetahuan semua komponen pembentuk hutan, sehingga kajian ini diperlukan dalam pengelolaan sumber daya hutan.

3. Ilmu – ilmu yang berkaitan
Mempelajari ekologi hutan merupakan kegiatan manusia secara menyeluruh dengan tujuan mengarahkan atau memelihara ekosistem hutan dalam keadaan yang memungkinkan untuk selalu bisa dijadikan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan manusia sepanjang masa. Mengingat hutan merupakan suatu ekosistem, dan setiap ekosistem apa pun dibentuk oleh banyak komponen baik komponen hayati maupun komponen nonhayati, maka semua informasi tentang masing masing komponen sangat penting, dan untuk itu diperlukan bidang ilmu yang relevan terhadap kajian komponen ekosistem. Oleh karena itu, beberapa bidang ilmu yang relevan dengan ekologi hutan diuraikan sebagai berikut (Arief, 1994; Soerianegara dan Indrawan, 1982).

1. Taksonomi Tumbuh-tumbuhan
Spesies pohon dan tumbuh-tumbuhan lainnya dalam hutan sangat beranekaragam, dibutuhkan pengenalan sifat generatif yang berdasar pada sifat-sifat bunga dan buah. Untuk itu diperlukan buku-buku praktis mengenai flora dan pengenalan spesies pohon. Berdasarkan pengalaman di lapangan, seringkali dijumpai pohon pohon yang dalam keadaan sedang tidak berbunga atau berbuah, sehingga pengenalan sifat vegetatif sebagai alternatif pengganti sangat diperlukan. Indonesia dikenal karena hutannya kaya flora, akan tetapi pengenalan terhadap pohon dan spesies tumbuhan lainnya masih sangat kurang. Di hutan Indonesia diprakirakan ada lebih kurang 4.000 spesies pohon, tetapi spesies-spesies pohon itu belum dicakup secara rinci dalam buku buku tentang flora. Oleh karena itu, pengenalan jenis pohon masih bergantung kepada jasa dari orang-orang yang tinggal di daerah setempat, juga dengan cara mengoleksi contoh organ tumbuhan untuk dideterminasi yang kemudian disusun daftar nama pohon berdasarkan daerah asalnya. Cara demikian dapat membantu dan mempermudah studi komunitas tumbuhan dan kegiatan inventarisasi hutan.

2. Geologi dan Geomorfologi
Geologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk batuan, lapisan-lapisan batuan, dan fosil yang terdapat di dalam bumi. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi termasuk proses dan evolusi pembentukannya. Keadaan geologi dan geomorfologi sangat memengaruhi keadaan hutan. Pada kondisi iklim yang sama, jenis-jenis batuan yang berbeda akan menghasilkan jenis tanah yang berbeda. Pada jenis tanah tertentu juga akan menghasilkan tipe komunitas tumbuhan tertentu. Demikian pula kondisi topografi dan relief mempengaruhi komposisi dan struktur hutan karena kondisi topografi dan relief yang berbeda akan menyebabkan perbedaan pada kesuburan tanah dan kondisi air tanah. Selain itu, perbedaan letak suatu tempat (ketinggian tempat dari permukaan laut) akan menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh terhadap penyebaran tumbuhan.

3. Ilmu Tanah
Tanah adalah tubuh alam (bumi) yang berasal dari berbagai campuran hasil pelapukan oleh iklim dan terdiri atas komposisi bahan organik dan anorganik yang menyelimuti bumi, sehingga mampu menyediakan air, udara, dan hara bagi tumbuhan, serta sebagai tempat berdiri tegaknya tumbuh-tumbuhan. Ilmu tanah murni sering disebut pedologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tanah dari sudut pandang sebagai faktor tempat tumbuh disebut edafologi. Kesuburan tanah mempengaruhi keadaan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di atasnya. Kesuburan tanah akan berpengaruh terhadap tipe vegetasi yang terbentuk serta berpengaruh terhadap keproduktifan hutan. Oleh karena itu, tanah merupakan salah satu faktor pembatas alam yang memengaruhi pertumbuhan semua spesies tumbuhan, struktur, dan komposisi vegetasi, sehingga akan berpengaruh terhadap tipe hutannya.

4. Klimatologi
Salah satu faktor penting yang memengaruhi penyebaran dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan adalah iklim. Unsur-unsur iklim seperti temperatur, curah hujan, kelembapan, dan tekanan nap air berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon. Pengaruh iklim terhadap kehidupan tumbuh-tumbuhan sangat nyata, terlebih lagi iklim mikro di suatu tempat yang bergantung kepada keadaan topografi dan kondisi atmosfer karena kondisi atmosfer juga ikut menentukan sifat iklim setempat dan regional. Adanya perbedaan iklim akan menimbulkan variasi dalam formasi hutan (Arief,1994). Sebaliknya kondisi vegetasi atau komunitas tumbuhan hutan juga memengaruhi atau mengendalikan perubahan terhadap unsur-unsur iklim, sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi iklim lokal sangat bergantung kepada kondisi vegetasi yang ada.

5. Genetika
Ilmu genetika mempunyai peranan besar dalam memahami pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Pengaruh genetik dari tumbuhan yang satu terhadap tumbuhan lainnya dapat diketahui dengan ilmu genetika. Apabila ada dua atau lebih tumbuhan yang hidup berdekatan akan menyebabkan terjadinya perkawinan silang atau hibridisasi di antara mereka. Akibat dari perkawinan silang ini akan muncul keturunan baru yang memiliki sifat hampir sama dengan kedua induknya. Untuk itu, pengetahuan tentang genetika diperlukan dalam mengenal sifat-sifat berbagai spesies tumbuhan dan makhluk hidup yang lain termasuk sifat-sifat ekologinya.

6. Geografi Tumbuhan
Dulunya ilmu ekologi, ekologi tumbuhan merupakan cabang dari ilmu geografi tumbuhan (phytogeography) yang membahas pengaruh faktor lingkungan terhadap penyebaran tumbuhan. Dari sudut pandang aspek komunitas tumbuhan, ekologi hutan sama dengan ekologi tumbuhan. Akan tetapi dari sudut pandang ekosistem, maka ekologi hutan memiliki cakupan yang lebih luas dari ekologi tumbuhan. Oleh karena itu, ekologi hutan sangat berkaitan dengan ilmu geografi tumbuhan mengingat pola penyebaran berbagai Spesies pohon perlu diketahui dalam kaitannya dengan perbedaan kondisi fisik bumi, kondisi iklim, geomorfologi, dan kondisi fisiografi. Ini semua diperlukan karena sangat membantu dalam mempelajari susunan dan penyebaran formasi hutan.

7. Fisiologi dan Biokimia
Kajian dari segi autekologi terhadap makhluk hidup yang ada di dalam hutan hampir sama dengan kajian fisiologi (fisiologi tumbuhan maupun fisiologi hewan). Telah dikemukakan bahwa fisiologi mempelajari proses kerja yang terjadi dalam tubuh organisme. 



sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=fo-G8Q4gqnw
http://ekologi-hutan.blogspot.com/2010/10/ekologi-hutan.html