Jumat, 06 Januari 2017

Karakteristik Perintah Bahasa Assembler

Bahasa assembly dikategorikan sebagai bahasa tingkat rendah (low level languange). Ini untuk menggambarkan kekhususannya sebagai bahasa yang berorientasi pada machine dependent. Untuk membandingkan bahasa mesin dan bahasa assembly, kita dapat melihatnya dari tiga karakteristik berikut :

1. Mnemonic operation code. Sebagai pengganti numeric operation code (opcodes) yang digunakan pada          bahasa mesin, digunakankanlah mnemonic code pada bahasa assembly. Selain kemudahan dalam   penulisannya dibandingkan dari bahasa mesin juga mendukung pelacakan kesalahan seperti kesalahan   penulisan operation code.

2. Symbolic operand specification. Penamaan simbol diasosiasikan sebagai suatu data atau instruksi. Operand lebih menunjukkan symbolic reference dibandingkan dengan alamat mesin suatu data atau instruksi. Hal ini akan mempermudah pada saat harus dilakukan modifikasi program.
3. Declaration of data/storage area. Data dapat dinyatakan dalam notasi desimal. Ini dilakukan untuk mencegah konversi secara manual dari konstanta ke dalam representasi internal mesin.
Sebagai contoh :
-5 menjadi (11111010)2 atau 10.5 menjadi (41A80000)16

Suatu statement bahasa assembly mempunyai bentuk umum sebagai berikut :

            [Label]                      Menmonic OpCode                 Operand [operand…]

Tanda kurung siku menunjukkan isi di dalamnya boleh digunakan atau tidak dalam statement tersebut, sebagai contoh : label bersifat optional. Jika label digunakan, hal tersebut menujukkan suatu symbolic name akan dibuat dalam machine word untuk keperluan assembly statement. Bila digunakan lebih dari satu operand, digunakan tanda “koma” untuk memisahkannya. Jika digunakan index, nomor index register ditunjukan dalam sebuah simbol, seperti contoh berikut :

               AGAIN                        LOAD NUMBER(4)

Dimana ‘4’ menunjukkan register yang memiliki index. AGAIN diasosiasikan dengan instruksi mesin yang dihasilkan untuk statement LOAD


Program assembly mengenal tiga jenis statement : (i) imperative statement (ii) declarative statement (iii) assembler directive statement.

Imperative Statement
Statement imperative dalam bahasa assembly ditunjukan dengan suatu tindakan yang dikerjakan selama eksekusi program assembly. Karena itu setiap statement imperative ditranslasikan ke dalam instruksi mesin.


Declarative Statement
Statement declarative dalam bahasa assembly menunjukkan konstanta atau storage area pada suatu program. Sebagai contoh :
               A                  DS               1
secara sederhana storage area sebesar 1 word ditunjukkan dengan sebuah label A. DS di sini menunjukkan Declare Storage (DS).
Suatu konstanta dideklarasikan melalui Declare Constant (DC) statement, contohnya :
               ONE            DC              ‘1’
maksud dari statement di atas adalah label ONE berisi konstanta 1. Programmer dapat mendeklarasikan kontanta dalam desimal, binary, hexadesimal, dsb. Assembler akan mengkonversi bentuk tersebut ke dalam bentuk internal yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar