Bahasa assembly
dikategorikan sebagai bahasa tingkat rendah (low level languange). Ini
untuk menggambarkan kekhususannya sebagai bahasa yang berorientasi pada
machine dependent. Untuk membandingkan bahasa mesin dan bahasa assembly,
kita dapat melihatnya dari tiga karakteristik berikut :
1. Mnemonic operation code. Sebagai
pengganti numeric operation code (opcodes) yang digunakan pada
bahasa mesin, digunakankanlah mnemonic code pada bahasa assembly.
Selain kemudahan dalam penulisannya dibandingkan dari bahasa mesin
juga mendukung pelacakan kesalahan seperti kesalahan penulisan
operation code.
2. Symbolic operand specification.
Penamaan simbol diasosiasikan sebagai suatu data atau instruksi.
Operand lebih menunjukkan symbolic reference dibandingkan dengan alamat
mesin suatu data atau instruksi. Hal ini akan mempermudah pada saat
harus dilakukan modifikasi program.
3. Declaration of data/storage area.
Data dapat dinyatakan dalam notasi desimal. Ini dilakukan untuk
mencegah konversi secara manual dari konstanta ke dalam representasi
internal mesin.
Sebagai contoh :
-5 menjadi (11111010)2 atau 10.5 menjadi (41A80000)16
Suatu statement bahasa assembly mempunyai bentuk umum sebagai berikut :
[Label] Menmonic OpCode Operand [operand…]
Tanda kurung siku
menunjukkan isi di dalamnya boleh digunakan atau tidak dalam statement
tersebut, sebagai contoh : label bersifat optional. Jika label
digunakan, hal tersebut menujukkan suatu symbolic name akan dibuat dalam
machine word untuk keperluan assembly statement. Bila digunakan lebih
dari satu operand, digunakan tanda “koma” untuk memisahkannya. Jika
digunakan index, nomor index register ditunjukan dalam sebuah simbol,
seperti contoh berikut :
AGAIN LOAD NUMBER(4)
Dimana ‘4’
menunjukkan register yang memiliki index. AGAIN diasosiasikan dengan
instruksi mesin yang dihasilkan untuk statement LOAD
Program assembly
mengenal tiga jenis statement : (i) imperative statement (ii)
declarative statement (iii) assembler directive statement.
Imperative Statement
Statement imperative
dalam bahasa assembly ditunjukan dengan suatu tindakan yang dikerjakan
selama eksekusi program assembly. Karena itu setiap statement imperative
ditranslasikan ke dalam instruksi mesin.
Declarative Statement
Statement declarative dalam bahasa assembly menunjukkan konstanta atau storage area pada suatu program. Sebagai contoh :
A DS 1
secara sederhana storage area sebesar 1 word ditunjukkan dengan sebuah label A. DS di sini menunjukkan Declare Storage (DS).
Suatu konstanta dideklarasikan melalui Declare Constant (DC) statement, contohnya :
ONE DC ‘1’
maksud dari statement
di atas adalah label ONE berisi konstanta 1. Programmer dapat
mendeklarasikan kontanta dalam desimal, binary, hexadesimal, dsb.
Assembler akan mengkonversi bentuk tersebut ke dalam bentuk internal
yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar