LEMBAR PERNYATAAN
Saya
Yang Bertanda Tangan Dibawah Ini :
Nama : Fariz Hadyan
Npm : 13413263
Kelas : 2IB03
Jurusan : Teknik Elektro
Menyatakan bahwa makalah yang telah sampai 2801 kata dan bukan hasil dari plagiat
Npm : 13413263
Kelas : 2IB03
Jurusan : Teknik Elektro
Menyatakan bahwa makalah yang telah sampai 2801 kata dan bukan hasil dari plagiat
ETIKA BISNIS
BAB I
PENDAHULUAN
Definisi Etika
Bisa dikatakan bahwa “teori etika” dapat membantu para pengambil
keputusan untuk bisa
memberikan penilaian, apakah sebuah
keputusan itu sudah etis atau belum. Teori etika mendasari dan
menyediakan sebuah kerangka kemungkinan kepastian benar atau tidaknya suatu
keputusan moral.
Dengan berdasarkan pada sebuah teori
etika, keputusan moral yang dilakukan
bisa menjadi beralasan. Dengan kata lain, dengan teori etika keputusan dijauhkan dari suasana
sewenang-wenang dan terhindar dari ketidak pastian hukum dan ketidakpuasan.
Sebuah teori etika tertentu membantu
pengambilan keputusan moral. Teori etika menyediakan justifikasi bagi keputusan
yang dilakukan oleh para manajer.
Secara teoritis, ada yang termasuk norma umum dan khusus. Norma umum akan
berlaku umum dan universal, tidak kenal tempat,
waktu dan lingkungan masyarakat. Artinya di manapun, kapanpun dan
di lingkungan manapun akan norma tersebut akan diberlakukan. Sedangkan norma khusus berlaku pada tempat, waktu
dan lingkungan yang khusus, disamping juga niengatur kegiatan dan bidang
kehidupan tertentu,
Salah satu norma umum yang berlaku dalam masyarakat adalah norma moral,
yaitu aturan mengenai sikap, perilaku dan tindakan manusia sebaai yang yang
berkehidupan bermasyarakat. Norma moral,
atau yang sering disebut moralitas dapat
didefinisikan sebagai standar yang dimiliki
seseorang atau individu
ataupun kelompok tentang apa yang benar
dan apa yang salah, tentang apa yang baik dan apa yang jahat (Satyanugraha,
2003). Norma moral menjadi standar bagi orang lain atau masyarakat untuk
menentukan baik buruknya perilaku dan
tindakan seseorang, serta benar salah
perilaku orang tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Etika adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana berperilaku jujur,
benar dan adil. Etika merupakan cabang
ilmu filsafat, mempelajari perilaku moral dan immoral, membuat pertimbangan
matang yang patut dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau kelompok
tertentu.
Etika dikategorikan sebagai filsafat
moral atau etika normatif. Etika adalah
suatu perilaku normatif.
Etika normatif mengajarkan segala
sesuatu yang sebenarnya benar menurut hukum dan moralitas.
Etika mengajarkan sesuatu yang salah adalah salah dan sesuatu yang benar adalah
benar. Sesuatu yang benar tidak dapat dikatakan salah dan sebaliknya sesuatu
yang salah tidak dapat dikatakan benar. Benar dan salah tidak dapat dicampur
adukkan demi kepentingan seseorang atau kelompok.
Untuk memahami pengertian etika secara praktis, diperlukan usaha
memperbandingkan etika dengan moralitas. Etika maupun moralitas
sering diperlakukan sama sejajar dalam memberi arti terhadap sebuah peristiwa
interaksi antar manusia.
Pertama, etika berasal
dari kata Yunani ethos, bentuk jamaknya (ta etha) berarti „adat istiadat‟.
Berarti etika berhubungan dengan kebaikan hidup, kebiasaan atau karakter baik
terhadap seseorang, masyarakat
atau terhadap kelompok masyarakat.
Kedua, Etika dalam
pengertian kedua ini dimengerti sebagai filsafat moral, atau ilmu yang membahas
dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika.
Istilah moral berasal dari kata Yunani mores, berarti kebiasaan atau cara
hidup. Istilah lain yang mirip dengan moral ialah etika. Moral menunjukkan tindakan
seseorang adalah benar atau salah, sementara etika adalah sebuah studi tentang
tindakan moral atau sistem atau kode perilaku yang diberlakukan. Jadi etika
mempelajari, mengukur dan menentukan
apakah sebuah perilaku
bisa dikatakan baik atau buruk. Perilaku bagaimana yang
boleh dan tidak boleh dilakukan, yang benar dan tidak dibenarkan dilakukan.
Tujuan Etika
Dua tujuan etika antara lain menilai perilaku manusiawi berstandar moral,
dan memberikan ketepatan nasehat tentang
bagaimana bertindak bermoral
pada situasi tertentu.
Tahapan Etika
Bisnis
Etika bisnis dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan: tahap makro, tahap
meso, dan tahap mikro. Ketiga tahap ini membahas kegiatan
ekonomi dan bisnis. Ditahap
makro, etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara
total.
Pada tahap meso (menengah), etika bisnis mempelajari persoalan etika dalam
organisasi. Organisasi di sini dapat diasosiasikan sebagai organisasi
perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dan
lain-lain.
Tahap mikro memusatkan perhatiannya pada persoalan individual sehubungan
dengan aktifitas ekonomi atau bisnis. Pada tahap ini dipelajari tanggung jawab etis karyawan dan
majikan, bawahan dan manajer, produsen dan konsumen, pemasok, dan investor.
NORMA ETIKA
Norma sopan santun adalah etika berperilaku bagaimana caranya melakukan
segala sesuatu secara terhormat, dengan hormat, menghargai keberadaan orang
lain, bermanfaat timbal balik, tidak menyinggung perasaan, sehingga tidak
menyakiti hati orang lain.
Norma hukum, adalah norma pengatur berbagai perilaku yang boleh dan tidak
untuk dilakukan, yang disosialisasikan dan disepakati masyarakat dan dituntut
secara tegas pemberlakuannya oleh masyarakat demi keselamatan dan
kesejahteraan individual maupun kelompok dalam kehidupan
bermasyarakat.
Norma moral, mengatur mengenai sikap pola perilaku manusia terhadap manusia
lain sesuai dengan harkat manusia. Norma moral ini memanusiakan manusia sebagai
manusia, memuliakan manusia sebagai manusia. Jadi norma moral ini mengajarkan
bagaimana caranya berinteraksi dengan manusia sesuai dengan harkat martabatnya
sebagai manusia. Norma moral bisa berarti perilaku adil, jujur, baik dan buruk.
PENTINGNYA
PEMAHAMAN ETIKA
Meskipun dunia terus terbangun modernitas, namun seyogyanya masyarakat yang
hidup didalamnya tetap memiliki budaya dan agama sebagai penuntun kegiatan
bisnisnya. Tindak tanduk bisnis manusia selalu perlu didasari oleh nilai moral
sehingga penjual dan konsumen mencapai kesejahteraannya.
Norma moral penting karena setiap keputusan bisnis harus didasari moral,
dengan cara bisnis yang benar dan dapat
diterima oleh mayoritas
masyarakat, misalnya pebisnis
mencantumkan peringatan penting pada kemasan obat produksinya, agar konsumen dapat
mengikuti petunjuk pemakaian tersebut dan tidak terjadi kesalahan fatal selepas
mengkonsumsi obat yang
dibelinya. Norma moral menuntun pebisnis menuju kehidupan
sosial yang teratur. Untuk mencapai hal tersebut Pebisnis dan konsumen perlu mengetahui pemahaman,
kesepakatan, prosedur perilaku
yang dilakukan oleh pebisnis dan konsumen sehingga kehidupan sosial bisa
tercapai. Perilaku manusia perlu benar benar dilandasi norma moral dan etika
dalam berbisnis, dan nilai moral tersebut harus selalu diwariskan pada generasi
berikutnya. Hanya makhluk yang memiliki etika moralitas tinggi bisa disebut
sebagai manusia, karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi
dan mulia.
BAB II
PEMBAHASAN
Bisnis dan
Etika
Bisnis Amoral
Bisnis hanya untuk
bisnis adalah a
moral. Bisnis bukan hanya untuk
keuntungan bisnis semata. Richard T. De George mengatakan bahwa Business is not
just for business but welfare, Bisnis
didasari oleh etika
tinggi, jadi bisnis bukan hanya untuk kepentingan
perolehan keuntungan melalui kegiatan bisnis semata melainkan melakukan bisnis
untuk kesejahteraan masyarakat dan pelaku bisnis. Kegiatan bisnis utamanya
adalah melakukan bisnis sebaik mungkin untuk mendapat keuntungan, bagaimana memproduksi,
mengedarkan, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan
dan lebih jauh lagi menciptakan kesejahteraan masyarakat. Singkatnya sasaran
dan tujuan, bahkan tujuan satu-satunya
bukan hanya keuntungan semata melainkan kesejahteraan
masyarakat.
Bisnis berhubungan erat dengan etika atau moralitas.Pebisnis bukan hanya
menjalankan pekerjaannya mencari keuntungan,
namun menyejahterakan kehidupan masyarakat luas. Aktifitas bisnis
seperti jual-beli, menciptakan
produk atau menawarkan
jasa, merebut pangsa pasar,
memperoleh keuntungan berdasarkan etika atau moralitas. Moralitas merupakan
kewajiban semua individu pebisnis.
BEBERAPA
PERSOALAN ETIKA BISNIS
Persoalan moralitas manajer dan karyawan dalam praktek bisnis sering menimbulkan
akibat merugikan perusahaan secara eksternal. Persoalan besar lainnya adalah
masalah pelestarian sumber alam sehubungan dengan praktek bisnis, bisnis dalam
hal ini diduga menyebabkan penurunan kualitas lingkungan alam dari praktek
bisnisnya. Kelompok environmentalist menyatakan bahwa banyak perusahaan besar
mengotori lingkungan alam dari praktek bisnisnya dengan tidak mendaur ulang
atau menyaring limbah industri dalam
proses produksi bahkan membuangnya tanpa proses refinery
lebih lanjut sehingga membahayakan
kehidupan manusia dan
cenderung berakibat kepunahan flora dan fauna di sekitar lokasi pabrik
milik perusahaan.
Peranan Etika
dalam Bisnis
Contoh kegiatan bisnis yang berlaku, seperti diungkapkan pada kasus-kasus
di atas menuntut adanya suatu jalan penyelesaian agar tujuan dalam bisnis tetap bisa dicapai tanpa harus mengabaikan tindakan
moral. Disinilah peranan yang harus diambil oleh norma atau etika dalam
kegiatan bisnis itu sendiri.
Sebelumnya ada beberapa alasan
mengapa etika itu
penting bagi kegiatan bisnis, antara lain;
a) etika seharusnya menjadi pedoman
bagi semua kegiatan manusia, karena bisnis adalah kegiatan masyarakat
maka etika seharusnya
menjadi pedoman dalam kegiatan bisnis
tersebut,
b) bahwa aktifitas bisnis adalah sama dengan aktifitas masyarakat
lainnya, tidak akan dapat berlangsung kecuali para pelakunya mematuhi
standard etika yang ada. Contoh, tidak akan ada bisnis dapat berlangsung terus menerus tanpa etika
maka minimal para pelaku bisnis yang tersangkut harus mematuhi nilai etika yang ada.
c) Pertimbangan etika sangat
konsisten dengan tujuan bisnis,
khususnya tujuan untuk memaksimumkan
keuntungan. Banyak perusahaan
yang mengalami dilema moral
namun berhasil menyelesaikannya secara bermoral pula dan tetap memperoleh
keuntungan yang memadai, atau perusahaan yang dikenal memiliki kultur perusahaan yang bermoral
temyata adalah perusahaan yang berhasil. Memang hal ini tidak dapat
membuktikan adanya hubungan etika dengan keuntungan perusahaan, sebab ada banyak faktor yang dapat
mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Namun tanpa adanya etika dalam
bisnis menyebabkan kegiatan tersebut tidak berjalan stabil.
Masyarakat juga cenderung menghukum
atau menyalahkan pelaku bisnis yang tidak bermoral serta menghargai atau
memuji pelaku bisnis yang bermoral,
sehingga dapat kita ciutkan pemahaman
ini menjadi bahwa pelaku bisnis yang
bermoral akan memperoleh keuntungan
walaupun tidak jelas
dalam bentuk dan jangka
waktunya, sedangkan pelaku bisnis yang tidak bermoral akan mengalami
kerugian yang juga tidak jelas bentuknya seperti apa dan jangka waktunya.
Peranan etika itu dalam kegiatan bisnis antara lain adalah:
(1) Etika harus menjadi pedoman dalam kegiatan masyarakat, karena itu seharusnya
juga menjadi pedoman bagi bisnis. Mana tindakan yang tepat, benar dan
boleh dilakukan dalam bisnis yang diharapkan
menguntungkan semua pihak yang terlibat .
(2) Etika berperan sebagai penghubung pelaku
bisnis. Jika produsen sebagai penyedia produk yang akan dibeli oleh
konsumen menyediakan fasilitas pelayanan puma jual bagi setiap konsumen yang telah memakai
produknya, bukankah ini sebuah
celah bagi keduanya
untuk terus berhubungan. Pelayanan puma jual tentu
merupakan refleksi nilai atau etika bisnis yang diterapkan perusahaan
untuk menjaga loyalitas
konsumennya .
(3) Etika juga berperan
sebagai syarat utama
unutk kelanggengan atau konsistensi perusahaan.
Perusahaan yang beretika akan
selalu berusaha untuk memuaskan pelanggan atau konsumennya.
Loyalitas konsumen akan dapat membantu perusahaan agar tetap bisa bertahan .
Jika terus dikaji akan banyak peranan lain yang dapat dipikul oleh nilai
atau etika ini. Etika yang memerlukan pemahaman semua pihak agar kegiatan
masyarakat tetap berlangsung dan
menguntungkan semua yang
terlibat, akan menjadi suatu jawaban
terjadinya kesenjangan dan kepincangan dunia bisnis. Tanpa etika
yang diterapkan oleh semua pihak yang terkait dalam kegiatan bisnis tersebut
tentu kegitan bisnis tidak akan
dapat bertahan. Dari
semua pertimbangan, alasan
yang tertulis di
artikel ini menunjukkan bahwa
etika merupakan keharusan untuk bisnis
dalam jangka panjang dan untuk
kelangsungan bisnis itu sendiri.
MASALAH KORUPSI
TARAF INTERNASIONAL
Korupsi bisa terjadi didunia bisnis internasional, masalah korupsi dapat
menimbulkan kesulitan moral bagi bisnis internasional. Perbedaan budaya antara
satu negara dengan negara lainnya
memungkinkan terjadi korupsi karena menurut budaya negara
tertentu korupsi merupakan hal biasa, sementara dinegara lain korupsi merupakan
tindakan tidak etis. Jadi sebenarnya secara etis korupsi lebih mungkin terjadi
diwilayah bisnis internasional.
SUAP DAN ETIKA
Secara etis praktek suap melanggar etika pasar. Bisnis didasari oleh
prinsip hukum untuk mengatur kegiatan bisnis menyajahterakan semua pelaku
bisnis. Bisnis dilandasi prinsip
ekonomi pasar berarti
seseorang yang bisnisnya
lebih ekonomis patut memenangkan persaingan tanpa suap. Penyimpangan
terhadap aturan hukum berarti tidak etis karena bermain curang.
Pasar secara ekonomis adalah ajang kompetisi bisnis terbuka. Pebisnis
piawai melakukan produksi yang lebih efisien dari pebisnis lain akan mampu memberikan
penawaran harga efisien dengan kualitas produk bersaing terhadap pesaingnya di
pasar. Praktek suap akan merusak efisiensi pembentukan harga dan kualitas
produk di pasar, sehingga masyarakat terkecoh memperoleh produk kurang
berkualitas sementara harganya juga tidak bersaing. Dalam bisnis modern secara
etis pemberi maupun penerima suap dikategorikan sebagai tidak fair dan
merugikan pebisnis lain ataupun konsumen.
TANGGUNG JAWAB
BISNIS TERHADAP KEAMANAN PRODUK
Teori Kontrak Hubungan
produsen dan konsumen merupakan kontrak, dan kewajiban produsen terhadap
konsumen dilandasi kontrak tersebut. Jika konsumen membeli produk, seolah-olah
konsumen membuat kontrak dengan perusahaan penjual. Perusahaan secara sadar
berkontrak menyerahkan produk kepada pembeli dan pembayaran dilakukan sesuai
jumlah kontrak yang disepakati.
Teori
Perhatian Semestinya Konsumen selalu dalam posisi lemah, produsen
punya lebih banyak pengetahuan, pengalaman tentang produk bila dibandingkan
konsumen. Kepentingan konsumen harus dinomorsatukan. Produsen lebih mengetahui
kualitas teknis produk berkewajiban menjaga konsumen supaya tidak mengalami
kerugian.
Teori Biaya
Sosial Secara etis produsen bertanggung jawab pada perencanaan design, proses
produksi, kelemahan produk serta kerugian konsumen saat mengonsumsi produk
meskipun produsen sudah memperingatkan konsumen mengenai resiko yang timbul dan
sudah mengambil semua
tindakan seharusnya dilakukan bagi kepentingan konsumen. Semua biaya yang
timbul sehubungan dengan peristiwa tersebut menjadi tanggung jawab produsen.
TANGGUNG JAWAB
BISNIS LAINNYA TERHADAP KONSUMEN
Secara moralitas pebisnis memiliki beberapa kewajiban terhadap konsumen
lainnya seperti:
Kualitas
Produk Konsumen
berhak memperoleh produk berkualitas, konsumen membayar untuk memperoleh
kualitas produk. Pebisnis wajib memberikan produk berkualitas kepada konsumen.
Produk daluwarsa adalah termasuk produk berkualitas rendah secara etis.
Harga Harga produk
merupakan total hasil perhitungan faktor produksi seperti biaya produksi, biaya
investasi, promosi, pajak, laba. Harga
yang sesuai untuk
konsumen adalah harga pantas yang
dihitung berdasarkan perkembangan terakhir harga faktor produksi di pasar.
Pengemasan dan
Label Secara etis pengemasan dan label memuat informasi tentang produk. Info
lengkap harus dimuat secara moral ditujukan agar konsumen tidak terkecoh. Pada
kemasan makanan dan obat-obatan diberi informasi tentang isi, berat
produk, tanggal daluwarsa.
Informasi tersebut bertujuan
melindungi konsumen dan
memberikan jaminan akan kualitas produk dan kemungkinan
kemudahan menggunakan produk. Kemasan berfungsi juga untuk mempromosikan
produk.
DASAR ETIKA
KEBAJIKAN
Kebajikan diterjemahkan sebagai perbuatan manusia secara materil dan moril
untuk berbuat baik bagi benda, tumbuhan, binatang, dan manusia. Etika kebajikan
merupakan bentuk bangunan mental moral manusia dengan tuntutan kepentingan
dunia yang harus dipenuhi. Bangunan mental manusia dipengaruhi oleh kebijakan
pribadi dan kebijakan umum, pertimbangan perbuatan berkepentingan pribadi dan
berkepentingan umum. Filosofi ini menunjukkan bagaimana manusia atau pebisnis
dapat bertindak bisnis berkualitas memperhatikan kepentingan masyarakat selain
memperoleh kenikmatan duniawi pribadi.
Konsumen adalah Raja
Konsumen perlu dilayani sebagaimana layaknya orang utama. Kepuasan konsumen
secara etis merupakan keutamaan dalam setiap aktifitas bisnis yang dilandasi
etika bisnis tinggi. Perusahaan
yang berprestasi adalah perusahaan yang bukan hanya mampu
membuat konsumennya merasa puas namun juga merasakan kegembiraan akibat
urusan jual beli
barang dan jasa ekonomi dengan pebisnis. Konsumen harus
diutamakan pelayanannya karena mereka telah memberikan sejumlah uangnya kepada
pebisnis, maka secara etis pebisnis secara timbal balik
harus mampu memberikan
kualitas produk prima dan
pelayanan yang baik sehingga konsumen merasakan kepuasan dan kegembiraan akibat
urusan jual beli, sementara pebisnis memperoleh keuntungan, dengan demikian kedua
belah pihak merasakan kepuasan dan kegembiraan dari hasil transaksi perdagangan
yang dilakukan; keadaan tersebut tentu merupakan kondisi yang wajar untuk
dialami oleh kedua
belah pihak yang mengadakan perikatan jual beli secara
suka rela.
Dalam etika bisnis berlaku prinsip-prinsip yang seharusnya dipatuhi oleh
para pelaku bisnis. Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh
oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar
memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika
moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33)
mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:
1.Prinsip
Otonomi
Yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran
tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas
keputusan yang diambil.
2.Prinsip
Kejujuran
Bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan kejujuran karena
kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (missal, kejujuran dalam
pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan
kerja dan lain-lain).
3.Prinsip
Keadilan
Bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai
dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
4.Prinsip
Saling Menguntungkan
Agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk
berbisnis yang kompetitif.
5.Prinsip
Integritas Moral
Prinsip ini merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam
menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap
dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bisnis memang selalu bertekaitan dengan ekonomi yang memiliki unsur
tanggung jawab dan etika terhadap bisnis itu sendiri . masyarakat yang akan
bertahan adalah masyarakat yang bisa hidup berdampingan secara damai. Salah
satu hal yang bisa mendamaikan ini adalah adanya nilai-nilai
atau norma dan
etika dalam masyarakat
itu yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Demikian pula halnya
dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan
masyarakat, termasuk kegiatan bisnis, harus dilandasi moral yang baik. Moral,
atau dalam bisnis sering kita sebut dengan etika bisnis menjadi suatu pedoman
penting terjadinya kegiatan bisnis. Tanpa adanya etika bisnis yang baik, jelas
dan bisa dipahami secara benar oleh semua pelaku bisnis, niscaya kegiatan
bisnis ini tidak akan berlangsung lama. Artinya
keberlangsungan kegiatan itu juga
bergantung pada cara penerapan
etika tersebut oleh pelaku bisnis yang
terlibat. Adanya anggapan bahwa kegiatan
bisnis itu kotor, mengandung tipu muslihat, selalu berpihak pada yang kuat akan
berangsur-angsur hilang seiring dengan dilakukannya etika bisnis yang benar
oleh pelaku bisnis itu sendiri. Jika ada komitmen dari pelaku bisnis untuk
menerapkan etika itu secara kuat
dan kokoh, mudah-mudahan tidak
akan ada lagi
kecurangan- kecurangan yang terjadi dalam masyarakat untuk kegiatan
bisnis ini. Etika bisnis
perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu
perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai
kemampuan menciptakan nilai yang tinggi, dimana diperlukan suatu landasan yang
kokoh untuk mencapai itu semua.
REFERENSI
Keraf, S, Sonny. 1998. Etika
Bisnis-Tuntutan & Relevansinya. Jakarta: Kanisius
Michael A. Hitt, dkk.
1993. Manajemen Strategis-Menyongsong Era
Persaingan &
Globalisas~Terjemahan, NJ : Prentice Hall
Tjiptono, Fandy. Chandra,Gregorius. 2005.
Service,Quality & Satisfaction.
Satyanugraha, Heru. 2003. Etika Bisnis- Prinsip den Aplikasi. Jakarta: LPFE Universitas Trisakti
Warren, Russel, G, Antitrust in Theory and Practice, Grid
Satyanugraha, Heru. 2003. Etika Bisnis- Prinsip den Aplikasi. Jakarta: LPFE Universitas Trisakti
Warren, Russel, G, Antitrust in Theory and Practice, Grid
Inc, Columbus, Ohio, USA
Blackstone, William, T, Ethics and Ecology, 1974, University of Georgia
Press, USA
Grossman, Richard, R, and Kazis, Richard, Job Blackmail: It‟s Not Jobs or
Environment, 1983, Pilgrim Press, New York, USA